Adadua hal yang menjadikanmu sebagai orang yang sukses dan berhasil meraih mimpi. Pertama adalah rida Allah SWT.
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang terbatas. Sebab itu dalam kehidupannya ia sering kali diperhadapkan dengan berbagai peristiwa atau tantangan di dunia ini, baik itu pengalaman suka maupun pengalaman duka. Diperhadapkan pada situasi yang demikian membuat manusia sering kali banyak mengeluh, banyak marah, menyerah, dan bahkan bisa sampai pada sikap skeptis dan menyalahkan Tuhan. Itu artinya manusia dalam hidupnya masih sangat minim perihal bersyukur pada Tuhan atas segala anugerah yang telah diberikanNya. “Bukan aku yang kuat, tetapi Tuhanlah yang Mempermudah” menjadi salah satu tema permenungan yang sangat baik untuk direfleksikan sebagai tanda ungkapan syukur kita pada Tuhan atas penyelenggaraanNya dalam kehidupan kita manusia hingga saat ini. Dalam Kitab Yesaya 4029 berbunyi “Dia memberikan kekuatan kepada yang lemah dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya”. Hal ini haruslah menjadi warta gembira bagi kita manusia sebab bahwa Tuhan sama sekali tidak meninggalkan kita, atau membiarkan kita jatuh pada kelemahan kita. Ia bahkan mendampingi kita, menambahkan kekuatan kepada kita untuk dapat melewati setiap persoalan atau pergumulan yang kerap kali dijumpai dalam kehidupan kita ini. Sebagai seorang Kristen sejati tentunya kita harus sangat bersyukur pada Tuhan atas kasih sayangNya yang telah Ia berikan kepada kita. Perikop di atas mengajarkan kepada kita bahwa di saat manusia melakukan suatu perbuatan atau menggapai suatu prestasi, pertama-tama yang harus kita sadari bahwa pada hakikatnya semua hal itu bukan disebabkan karena kita manusia adalah orang yang hebat, tetapi karena Tuhanlah yang telah berkenan dan memberikan kemudahan kepada kita semua. Tuhan menuntun kita sampai pada titik terbaik di mana Tuhan menghendaki itu bagi kita. Sebab itu, situasi jatuh, kalah, gagal seharusnya tidaklah dipandang sebagai sebuah hukuman yang dinyatakan Tuhan dalam kehidupan kita. Kegagalan atau pengalaman terpuruk mestinya dipandang sebagai suatu ujian dari Tuhan pada kita. Karena itu kenalilah diri kita lebih dalam, sadari setiap kelemahan dalam diri kita, karena justru demikian kita akan menjadi manusia yang sempurna di dalam Kristus Tuhan. Ia hanya meminta kita untuk percaya pada setiap rancanganNya, karena Dia adalah jalan kebenaran dan kehidupan. Setiap orang yang berpegang kepadaNya akan menjadi kuat, karena Tuhanlah yang mempermudah. Terima kasih Tuhan untuk penyertaan yang telah Kau berikan dalam kehidupanku. Fr. Albertus Ranbasar
TapiAllah menutupi aibmu karena Allah Maha Pengampun dan siap menerima taubat hamba-Nya. Karena Allah saja menutupi aibmu, kamu juga jangan suka menceritakan aib orang lain. Tak heran jika para penggunjing akan mendapatkan siksa yang amat berat kelak. Yang terpenting, jangan sombong karena merasa dirimu yang paling baik dan paling benar. Bersikaplah selalu rendah hati dan selalu merasa berdosa di depan Allah. Pre-marriage story part 1 Aku tidak ingat sejak kapan aku berhenti memikirkan kriteria calon suami. Alasannya karena aku tidak ingin seseorang memiliki ekspektasi terhadapku sehingga aku menghilangkan ekspektasi ku terhadap orang lain. Seiring berjalannya waktu, alasan nya berubah. Aku tidak memiliki kriteria suami karena aku merasa aku cukup kuat untuk mengandalkan diri sendiri. Aku menyadari bahwa aku pribadi yang kuat dan aku mampu mengendalikan diriku. Lagipula akan lebih mudah untuk merubah kondisi dari dalam diri dan tidak bersandar pada orang lain. Aku berubah menjadi sosok wanita yang kuat dan dapat diandalkan. Tapi alasan-alasan di atas nyatanya masih terasa belum menjelaskan dengan baik, mengapa aku tidak memiliki kriteria suami. Sampai tibalah, di suatu masa dimana aku diuji oleh pria. Tidak pernah aku merasa begitu tidak dihargai oleh orang lain melainkan pada masa itu. Pada momen yang berbeda tapi terjadi berdekatan, aku juga menerima sebuah lelucon’ mengenai sosok diriku yang terlihat sangat mengontrol pria. Ketika aku mengalami kejadian tersebut, tentu respon pertama adalah marah. Aku sangat tersinggung. Aku kecewa dan berpikir bahwa semua pria sangat br*****k. Aku ceritakan semua hal kepada orang-orang terdekat. Sepanjang cerita, anehnya aku justru banyak intropeksi diri. Ya, aku akui bahwa aku banyak mengendalikan hal-hal. Akan tetapi, aku sadari bahwa hal tersebut bukan karena aku merasa superior, melainkan justru sebaliknya. Aku menginginkan sosok yang bisa memimpin. Tapi dalam perjalanannya, aku tidak ingin terlihat lemah. Beberapa waktu setelah kejadian tidak menyenangkan dengan pria tersebut, anehnya aku jadi mulai memikirkan pernikahan—yang selama ini selalu aku hindari hehe. Apakah dalam benak pria aku terlihat sangat mengontrol? Apakah aku terlalu berkepribadian kuat? Apakah aku perlu merubah diri? Aku berdiskusi dengan beberapa orang di sekitar. Kami membicarakan tentang kriteria suami. Dulu ketika ditanya hal ini aku tidak sedikit pun ragu menyampaikan pemikiran ku seperti di atas. Tapi sekarang berbeda. Aku ragu dengan alasan ku. Aku menyadari bahwa pernikahan ini tidak akan berjalan baik hanya karena sosok diri ku yang kuat atau suami yang memenuhi kriteria melainkan karena Allah yang hebat. Bahkan jika aku tidak kuat, suami tidak memenuhi kriteria, Allah akan tetap jaga kami sampai batas yang Dia ridho kepada kami. Karena itu, dibanding dengan menyandarkan kepada diri sendiri atau pada kriteria suami, aku mulai menyadarkan diri kepada Allah, agar Dia meridhoi aku. Rasanya aneh memang aku mencapai kesimpulan tersebut justru setelah mendapat perlakuan buruk. Akan tetapi, memang Allah itu keren, kan? Dia bisa menyelipkan hikmah dalam setiap kejadian. Hehe Saat ini, aku berusaha untuk bisa mendapatkan ridho-Nya. Semoga di belahan bumi yang lain, calon suami juga mengusahakan hal yang sama. Hehehe Aku berdoa semoga Allah segera mempertemukan kami aku dan suami di waktu yang terbaik menurutNya. Jika pun kami masih perlu waktu menunggu, semoga Allah jaga kami tetap istiqomah berusaha semata-mata untuk mendapatkan ridhoNya. Aamiin. Musapun keheranan, "Ya Allah, Engkau telah turunkan hujan kepada kami, namun tak seorang pun yang keluar di hadapan manusia." Allah berfirman, "Aku menurunkan hujan kepada kalian oleh sebab hamba yang karenanya hujan tak kunjung turun." Musa berkata, "Ya Allah Tunjukkan padaku hamba yang taat itu." Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bukan aku yang hebatTapi Allah yang tutup aibkuBukan aku yang kuat Tapi Allah yang mudahkan Bukan aku yang mampuTapi Allah yang menolongkuBukan aku yang pintarTapi Allah yang beri pemahaman Tanpa AllahJika bukan karena AllahAku lemah 1 2 Lihat Puisi Selengkapnya
AlhamdulilahTerima kasih ya allah. Semua keberhasilan ini atas izin mu. Bukan aku yang hebat, tapi allah yang memudahkan 🙏 Back to For You Alhamdulilah Terima kasih ya allah. Semua keberhasilan ini atas izin mu. Bukan aku yang hebat, tapi allah yang memudahkan 🙏 suara asli - Anirotulhafita initopel Anirotulhafita · 5-24 Follow Log in to comment
Previous Post 12 Fakta soal Ustman bin Affan Next Post Pengadilan Tinggi India Bebaskan Tertuduh Pembantaian Muslim Gujarat 2002
Bukanaku yang hebat Tapi Allah yang tutup aibku Bukan aku yang kuat Tapi Allah yang mudahkan Bukan aku yang mampu Tapi Allah yang menolongku Bukan aku yang pintar Tapi Allah yang beri pemahaman Tanpa Allah Jika bukan karena Allah Aku lemah HALAMAN : 1 2 LIHAT SEMUA Mohon tunggu Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar Web server is down Error code 521 2023-06-13 190048 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d6c94192da60b7d • Your IP • Performance & security by Cloudflare Bukanaku yang hebat, tapi Allah yang permudahkan aku. Aku bukan lah orang baik, tapi Allah melindungi aib aku. Aku bukan orang yang bijak, tapi Allah anugerah ilham pada aku. Aku tak pandai
Lamabenar saya tidak berjumpa dengan Ariffin Mengenai kisah mudanya dahulu yang turut bertindak curang bukan sahaja kepada isterinya bahkan kepada isteri-isteri orang lain Dia sering membawa teman-teman lelakinya pulang ke rumah aku rasa ramai yang dah tahu pasal kisah ni, jadi aku ubah siki ceritanya dengan meletakkan nama kawan-kawan aku dengan harapan mereka akan mendapat anak
49jMro.
  • v66uz7egqw.pages.dev/382
  • v66uz7egqw.pages.dev/350
  • v66uz7egqw.pages.dev/86
  • v66uz7egqw.pages.dev/288
  • v66uz7egqw.pages.dev/57
  • v66uz7egqw.pages.dev/51
  • v66uz7egqw.pages.dev/156
  • v66uz7egqw.pages.dev/274
  • v66uz7egqw.pages.dev/91
  • bukan aku yang hebat tapi allah